Cantiknya Lukisan Nendo


BOGOR – Siapa yang menyangka sepotong roti yang sudah diolah dengan campuran khusus (nendo) mampu menciptakan berbagai karya seni yang indah dan memiliki nilai jual cukup tinggi.

Lukisan bertemakan Sakura dengan detail bunga kecil-kecil ini adalah salah satu karya nyata dari bahan nendo. Tak hanya lukisan, nendo juga bisa ditampilkan dalam bentuk lain.

Seperti cermin dan jam dinding yang ditaburi bunga nendo di pinggir-pinggirnya, boneka nendo atau bunga bonsai nendo dalam pot.

Jika dicium, bahan nendo sendiri tetap meninggalkan bau khasnya, yaitu dari roti. Nendo ini awalnya berasal dari Jepang yang kemudian merambah ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Di Kota Hujan pun rupanya sudah ada yang mengapresiasikan nendo menjadi karya seni yang bernilai sangat tinggi.

Emmy Nurhayati misalnya. Wanita asal Solo yang sudah puluhan tahun tinggal di Kota Bogor ini bahkan nyaris memenuhi setiap sudut ruangan rumahnya dengan pernak-pernik nendo.

Lukisan bertema bunga Sakura yang dipajang di ruangan tengah misalnya, bingkai dan kaca nan menawan semakin memperkuat karya tiga dimensinya itu. Karya seni tersebut memiliki nilai jual yang sangat tinggi dan tak ada yang menyangka jika semua itu berbahan dasar tepung roti. “Diperlukan kecermatan dan ketelitian untuk menyelesaikan satu lukisan ini,” ujarnya sambil menunjuk lukisan Sakura kebanggaannya.

Lukisan setinggi 1,1 meter dengan taburan 4 ribu bunga Sakura ini ia rampungkan dalam tempo dua tahun.

Ditemui di rumahnya saat berkumpul dengan para alumnus Jepang yang berkarya di jalur seni bunga nendo, Emmy dan rekan-rekannya mengatakan jika seni ini hanya dibuat untuk koleksi pribadi.

Meski tak dipungkiri jika karya seninya itu bisa menjulang tinggi. “Ya, ada saja yang berminat, tapi saat ini kami hanya mengisi waktu luang saja,” ujarnya.

Emmy mengatakan, membuat bunga dari nendo tidaklah sulit. Bahkan, peralatannya amatlah sederhana. Selain kepiawaian jemari, dibutuhkan gunting kecil, batang logam pembentuk (stick, sebutan Jepang, red) dalam pelbagai ukuran, zat pewarna yang terdiri dari water soluble oil colors dan cat akrilik serta mini-press. “Untuk kasus tertentu, diperlukan pula cetakan tekstur daun,” imbuhnya sambil memperagakan cara membuat hiasan nendo.

Disebutkan Emmy, bahan nendo kini sudah beredar di pasaran, terutama di toko-toko prakarya, sehingga lebih mudah didapat. Sebab, untuk menghasilkan bahan nendo bukan sembarang roti yang digunakan, ada spesifikasi khusus. Misalnya, roti yang tidak mengandung telur.(nie)

sumber : Radar Bogor

4 Komentar (+add yours?)

  1. lukisan
    Okt 27, 2010 @ 20:07:18

    Wah baru tau lukisan nendo, unik juga.
    ternyata banyak juga media yang bisa digunakan untuk membuat lukisan.

    Balas

  2. kartika
    Nov 15, 2010 @ 13:33:48

    wahh unik sekali, boleh minta contact person nya ga?atau boleh mnta alamat nya di bogor? trma kasih🙂

    Balas

    • light24
      Nov 18, 2010 @ 15:58:08

      Maaf kalau agak lama membalasnya😛 info terakhir yang saya dapatkan sih anda bisa mencoba Griya Emmy di : Resto Soto Karak / Griya Emmy. Jl. Jendral Sudirman no 30 Bogor (depan museum Peta Bogor). 0251 474 3486. Semoga bisa membantu🙂

      Balas

  3. yani
    Mar 02, 2012 @ 10:39:13

    unik bget ya,,,peralatannya d pekanbaru dmn ya bs di beli… tks

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

%d blogger menyukai ini: