Pengenalan Paper Tole


Nama paper tole memang terasa asing bagi sebagian pehobi di Indonesia. Hobi memotong, mengubah dan membentuk tampilan gambar ini bisa dibilang baru berkembang beberapa tahun ke belakang. Melihat animo publik, bukan tak mungkin perkembangannya bisa akan pesat dalam waktu yang singkat.

Di Eropa dan Amerika, paper tole tak perlu gembar-gembor lagi. Di sana, hobi ini sudah mendapat tersendiri dalam dunia kerajinan tangan. Untuk mencari bahan dan alat bukan perkara yang susah. Bahkan bisa pesan lewat dunia maya. Tampaknya, perkembangan ke arah sana sedang diikuti negara kita. Kalau melihat sejarah, paper tole atau kalau di luar negeri dikenal sebagai 3-D decoupage masih menyulut kontroversi. Tak ada yang bisa memastikan asal muasal seni ini. Sebab kalau ditelaah, bangsa Jepang sudah mengenal seni membentuk dan melipat kertas menjadi desain yang cantik –origami— sejak ratusan tahun lalu. Seni ini juga mirip paper tole, mengubah bentuk tampilan gambar kertas dua dimensi jadi 3-D. Kalau melihat oriental pernis dalam bentuk 3-D-nya, ada yang menduga berasal dari pembentukan cikal bakal seni decoupage pada abad ke-17.

Namun menurut pengetahuan Ir Yosephine E Onie, Direktur Produksi Arts and Craft Center 96 Anggrek, produsen lokal paper tole, hobi ini datang dari negeri Belanda. Gara-gara ada orang miskin yang nggak punya uang lalu bikin sesuatu yang berbeda. Baju dia tempel-tempel, lalu dijual. Ternyata itu mengundang sensasi dan banyak orang yang suka. ”Untuk seni ini sebetulnya bahannya bisa dari kain dan kertas. Tapi lebih ngetren-nya dari kertas. Kenapa? Karena kalo dari kertas, produksi bisa banyak, kain kan polanya nggak jelas. Kalo kertas kan berupa potongan jadi lebih mudah,” papar Onie, sapaan akrab Yosephine.

Di luar negeri, ada yang menyebut papertole, papiertole, paper tole, 3-D paper tole, 3 Dimensional Paper Tole, Decoupage, papier tole, 3-d Art, 3D art, 3-d Decoupage, 3D decoupage, decoupage crafts, 3D dimensional decoupage, decoupage art dan dimensional art. O ya dalam pembuatan paper tole kita akan membutuhkan alat-alat khusus, seperti cutter seni – untuk memotong kertas, pinset, alat embos, cutting mat, melding – karet tatakan untuk mengembos gambar, kuas, lem sealene, pernis dan terakhir tinner. Plus gambar kertas sebagai latihan. (sumber : Sinar Harapan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

%d blogger menyukai ini: