Dari Kristik sampai “Paper Clay”


Sudah lama diketahui, aktivitas yang berkaitan dengan hobi dapat membantu mengurangi stres dan depresi seseorang. Hobi menjadi salah satu “obat” yang manjur untuk mengatasi depresi, karena hobi merupakan sesuatu yang memang disenangi oleh orang bersangkutan dan dilakukan tanpa paksaan siapa pun.

Banyak hobi yang dapat dipilih, sesuai minat dan kesenangan tiap orang. Dari sekian banyak hobi tersebut, ada beberapa hobi yang membuat penggemarnya menjadi aktif dan semakin lama semakin terampil. Di antaranya hobi menyulam atau kristik (cross stitch), paper tole, dan paper clay.

Ketiga hobi tersebut kini semakin banyak peminatnya, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Hal itu didukung pula oleh semakin banyaknya buku panduan hobi dan tempat kursus yang mengajarkan orang yang meminatinya menjadi semakin terampil dengan hobi pilihannya itu.

Toko-toko yang menjual peralatan hobi tersebut, kini semakin tersebar di banyak tempat di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Salah satunya Hobby Craft Studio. Toko yang menyediakan peralatan dan sekaligus tempat kursus bagi para peminatnya itu, telah tersebar di banyak tempat di Jakarta. Baru-baru ini, toko itu kembali membuka gerai barunya di pusat perbelanjaan The Plaza Semanggi, yang terletak di pusat kota Jakarta.

Di lantai satu pusat perbelanjaan yang sering disebut Plangi itu, dijual berbagai peralatan bagi para peminat hobi kristik, paper tole, dan paper clay. Bagi mereka yang menggemari hobi tersebut, keberadaan toko itu sangat membantu. Bila dulu, para peminat hobi itu harus membeli beberapa peralatan dari luar negeri, kini segalanya telah tersedia di Jakarta.

Uniknya lagi, toko itu menyediakan peralatan bukan hanya untuk mereka yang sudah lama menekuni hobi tertentu, yaitu mereka yang telah terampil dalam membuat berbagai pernak-pernik hobi pilihan masing-masing. Tersedia pula paket-paket untuk pemula, yang dapat dijadikan bahan latihan bagi mereka yang baru mulai ingin mencoba memilih hobi tersebut.

Bangsa Mesir

Dari catatan sejarah yang ada, hobi kristik telah ada sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Orang Romawi dipercaya sebagai pelopor pembuat kristik, namun hobi ini semakin berkembang di tangan bangsa Mesir dan Babylonia. Menyulam dengan benang, menurut sebagian orang, dapat juga membuat penikmat hobi itu menjadi lebih tenang dan sabar dalam menghadapi berbagai situasi.

Sementara paper tole, juga bukan hobi yang baru. Hanya saja di Indonesia, baru dikenal belakangan ini. Paper tole adalah seni menyusun kertas yang sudah dipotong-potong, sampai akhirnya membentuk gambar tiga dimensi. Walaupun hasil akhirnya kelihatan indah dan mungkin dilihat sebagian orang rumit tampilannya, ternyata membuatnya tak terlalu sulit. Jauh lebih mudah daripada membuat ukiran tiga dimensi.

Soal hobi ini, ada cerita yang cukup unik. Ada yang mengatakan bahwa hobi tersebut ditemukan pertama kali oleh orang dari golongan ekonomi bawah. Dia ingin sekali mempunyai hiasan tiga dimensi. Namun untuk membeli hiasan ukiran kayu tiga dimensi jelas tak murah.

Untuk membuat sendiri pun cukup susah. Maka orang tersebut, yang kabarnya berasal dari Belanda, kemudian memotong-motong gambar, lalu menyusunnya kembali sedemikian rupa, sehingga tampak seperti gambar tiga dimensi. Pada awalnya, orang itu menggunakan bahan gambar dari kain, namun saat ini yang semakin dikembangkan adalah gambar dari kertas.

Kini, paket-paket paper tole yang dijual, sudah dilengkapi dengan gambar-gambar yang bisa dipilih beragam jenisnya, dan panduannya sekaligus. Bahkan ada pula paket yang lengkap dengan peralatan seperti pinset, pisau kertas, dan perekatnya. Hanya dengan mengikuti petunjuk dari panduan itu, orang sudah dapat membuat paper tole yang indah.

Satu lagi hobi yang menggunakan bahan kertas adalah paper clay. Dalam membuat berbagai benda lewat hobi ini, kertas yang sudah dijadikan bubur, dicampur dengan tanah liat dan beberapa bahan kimia yang tak berbahaya. Hasilnya adalah tanah liat kertas.

Bahan itulah yang kemudian dijadikan bahan utama untuk membuat berbagai produk seperti produk-produk sejenis yang dibuat dari tanah liat. Namun berbeda dengan menggunakan tanah liat saja, yang hasilnya harus melalui proses pembakaran, sebelum siap dipajang atau dijual. Dengan paper clay, produk yang sudah dibuat, misalnya patung, cukup diangin-anginkan saja.

Pokoknya, memang seru kalau kita mempunyai hobi. Jadi, buat yang belum menekuni hobi tertentu, kenapa tidak memulainya dari sekarang? Tiga hobi, kristik, paper tole, dan paper clay, bisa menjadi pilihan. (B-8)

sumber : http://www.suarapembaruan.com

About these ads

2 Komentar (+add yours?)

  1. elita halim
    Des 23, 2010 @ 14:10:10

    Jika saya mau kursus paper quiling, saya bisa minta alamatnya dan biayanya berapa duit untuk kursus disana?

    Balas

  2. dewi lingga
    Mei 02, 2011 @ 13:57:05

    saya mo tanya tempat kursusnya dimana ? biaya ? alamatnya ? terima kasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Top Rated

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: